Rabu, 27 April 2016

Cara Merawat Motor Biar Awet dan Tahan Lama


Wahhh ini biasanya banyak yang nanya2 kalau masalah tentang cara merawat motor dan biasanya setiap pengalaman orang itu berbeda-beda cara merawatnya. Nah kali ini ane akan sharing tentang cara merawat motor yang bisa digunakan untuk motor Honda, motor Yamaha, motor Suzuki maupun yang lain. Dan beberapa pertanyaan yang sering ditanyakan diantaranya adalah bagaimana cara merawat motor yang benar, bagaimana cara merawat rantai motor biar halus suaranya atau untuk pengguna Satria F150 bagaimana cara merawat motor Satria FU agar awet dan tahan lama. Nah dibawah ini ane akan jelasin dari pertanyaan diatas, dimana beberapa sumber yang saya dapat dari yahoo answer dan beberapa pengalaman pribadi maupun orang lain.
Terkadang saat kita membeli motor baru masih ragu-ragu untuk memeriksa kendaraan tersebut, harus mulai dari mana awalnya, apakah dimulai dari segi perawat mesin ataupun dari segi body dan terkadang untuk mengganti oli motor saja secara rutin tiap bulan masih bingung, oke lahh berikut ini tips cara merawat motor baru.

  1. Saat pembelian motor baru, untuk yang pertama kali biasanya diberikan service gratis oleh dealer 3x untuk ganti oli, patuhilah aturan tersebut agar mesin bisa awet dan tahan lama. Kemudian setelah 3x ganti oli secara gratis, lakukan ganti oli secara berkala sesuai kadar dari oli tersebut.
  1. Untuk merek jenis oli bisa disesuaikan dengan mesin yang kamu pakai, mulai dari type kencerannya ataupun kekentalannaya.
  1. Sebelum melakukan kegiatan, segeralah panasi motor kamu kurang lebih 2-5 menit, agar seluruh mesin bisa terlumasi oleh oli.
  1. Periksa bensin apakah masih ada atau sudah habis, jangan sampai keadaan motor kamu kehabisan bensin karena akan menyebabkan mesin cepet rusak.
  1. Cucilah motor sekurang-kurangnya 1 minggu sekali agar debu2 tidak menempel dan motor baru terlihat seperti baru yang kinclong warnanya.
  1. Jangan gunakan solar atau bensin untuk membersihkan rantai agar tidak berisik karena akan menyebabkan melar pada roller2 rantai.
  1. Gunakan zat khusus pembersih rantai seperti WD40 dan Sellys RP7 untuk membersihkan rantai dari bekas oli yang kering.
  1. Jangan pernah gunakan oli bekas ataupun yang baru untuk melumasi rantai. Karena oli bekas mengandung serpihan logam mikroskopis sehingga dapat membuat rantai cepat aus. Begitupun dengan oli baru, biar lebih aman sebaiknya gunakan zat khusus untuk permbersih rantai.
  1. Lumasi rantai khusus pelumas rantai agar hasil yang didapatkan bisa maksimal dan tidak mudah di tempeli kotoran, kamu juga bisa gunakan chain lube ataupun kit.
  1. Untuk menyeting rantai jangan terlalu kencang dan jangan terlalu kendor. Untuk supaya imbang perhatikan pada posisi penunjuk di swing arm pada bagian kiri dan kanan.
  1. Perhatikan juga gear depan dan belakang, jika sudah tidak layak dipakai harap diganti dengan yang baru. Beberapa orang terjadi kecelakaan salah satu penyebabnya adalah gear yang sudah habis dan rantai yang kendor. Sehingga jika ada lubang sedikit rantai bisa keluar dari gear dan akan menyebabkan motor jadi terhenti langsung.
  1. Belilah produk yang asli atau yang berkualistas. Merk yang tidak terpercaya bisa menyebabkan resiko besar akan kualitas yang rendah. Dan hati-hati jika membelinya walaupun asli terkadang orang-orang suka memalsukan barang tersebut. 


Nah setelah cara merawat motor baru kita kembali lagi ke cara merawat motor yang benar. Nah disini merupakan pembahasan yang agak detail agar motor kamu bisa awet dan tahan lama tidak cepet rusak. Merawat motor dengan baik itu adalah hal yang wajib, karena selain menjaga motor tetap awet, bisa juga motor terlihat masih baru karena dirawat dengan baik, salah satunya cat-catnya masih begitu mulus dan belum luntur warnanya. Untuk itu kamu bisa melakukan perawatan sendiri dirumah berikut caranya.
1. Periksa Busi Motor
Busi motor merupakan alat yang sangat penting dalam kendaraan bermotor. Tanpa busi motor hanya rongsokan yang tidak bisa jalan begitupun dengan bensin. Jadi caranya “cek businya kalau motor kamu sudah mencapai 10 ribu km lebih baik diganti dengan baru”.

2. Cek Filter Kaburator
Setiap jenis motor dari tahun ketahun berbeda jenis filternya. Untuk sekarang ada dua jenis filter yaitu filter basah dan filter kering. Untuk yang basah biasanya model motor tahun 1990 hingga 2000 kamu bisa membersihkan dengan bensin lalu dilumasi sedikit oli setelahnya. Untuk yang kering tahun 2000 hingga sekarang kamu bisa semprotkan dengan kompresor maka kotoran yang ada di filter bakal hilang.

3. Periksa Rantai dan Gear
Rantai kendor dan gear habis ini sangat bahaya ketika kita melakukan perjalanan jauh. Jadi sebelum perjalanan jauh periksalah terlebih dahulu, jika kendor ya di kencengin dulu, jika habis gearnya bisa diganti dengan yang baru.

4. Membersihkan Karburator
Untuk membersihkan karburator gue saranin sih ke bengkel saja, karena orang bengkel lebih paham masalah untuk menyetel karburator.

5. Cek Kondisi Aki
Untuk aki motor-motor buatan tahun 2000 keatas pada umumnya sudah menggunakan aki kering yang tak perlu melakukan perawatan khusus. Tanda-tanda aki kering rusak bila kita starter sudah tidak bisa nyala berarti minta ganti baru.

6. Panaskan Mesin Motor
Nah terkadang saat buru-buru kita lupa untuk memanaskan motor, jadi usahakan panaskan motor dulu, tidak butuh waktu lama kok cuma 1-2 menit saja. Fungsinya sendiri adalah agar seluruh mesin bisa terlumasi oli pada saat mesin akan dijalankan.

7. Gunakan Spartepart Asli
Walaupun suku cadang dari sepeda motor yang asli mahal, tapi biasanya rata-rata untuk yang sparepart asli lebih tahan lama dari pada yang kw-kw an.

8. Cuci Motor
Walaupun sebagaian orang malas untuk mencuci motor, ada baiknya jika dilakukan pencucian sepeda motor berkala misal dalam satu bulan paling minimalnya 2 kali atau 3 kali. Apa manfaatnya, agar motornya lebih bersih dan terlihat kinclong.

9. Gunakan Oli Standart
Untuk merawat mesin motor perlu diperhatikan juga dalam memilih oli motor, jaman sekarang beberapa orang sudah membuat replika dari produk aslinya. Jadi berhati-hatilah saat memilih oli mesin yang anda gunakan. Teliti sebelum membeli apakah oli tersebut asli atau palsu. Untuk melihat apakah oli tersebut asli atau palsu ane akan posting lain kali.

10. Jangan Geber Motor
Nih banyak anak muda sekarang yang suka geber-geber motor, kata mereka wajib hukumnya. Mereka tidak sadar bahwa motor yang sering digeber akan menimbulkan mesin cepet loyo dan beberapa komponen didalamnya mungkin bisa kendor. Gue rasain dulu pas jaman SMA, seneng bener kalau geber motor, gas motor gue embat2 sampe motor ngadat.

Setelah perawatan mesin selesai kita bahas sekarang cara merawat rantai motor, emang rantai perlu dirawat. Perlu dong karena rantai bisa menimpulkan tidak nyaman saat dikendarai. Untuk lengkapya bisa dilihat dibawah ini.

Kalau kepingin rantai tidak berisik, tidak cepat rusak, bersih dan awet, caranya adalah melakukan perawatan dengan baik dan benar.
Kesimpulan
Oke deh nah selesai sudah beberapa Tips merawat mesin agar awet, kamu bisa lakukan sendiri ataupun bisa minta bantuan di bengkel terdekat di kotamu. Cara merawat motor diatas bisa juga dilakukan untuk jenis motor matic ataupun merk motor lainnya seperti Yamaha, Honda, Suzuki dan Kawasaki. Semoga bermanfaat yaaa.....

Sumber:http://motorsatria.com/

Senin, 15 Oktober 2012

Teori Emotional


Pengertian Emosi
Untuk memberi pemahaman yang mendekati sempurna tentang definisi
emosi, disini diberikan beberapa definisi apakah emosi itu.
1. Menurut William Kames (dalam Wegde, 1995), Emosi adalah kecenderungan untuk memiliki perasaan yang khas bila kita berhadapan dengan objek tertentu dalam lingkungannya.
2. Crow & Crow (1962) mengartikan emosi sebagai suatu keadaan yang bergejolak pada diri individu yang berfungsi sebagai inner adjustment (penyesuaian dari dalam) terhadap lingkungan untuk mencapai kesejahteraan dan keselamatan hidup.
3. Menurut English and English, emosi adalah “A complex feeling state accompanied by characteristic motor and glandular activities” (suatu keadaan perasaan yang kompleks yang disertai karakteristik kegiatan kelenjar dan motoris).
4. Sarlito Wirawan  Sarwono  mengatakan emosi merupakan “setiap keadaan pada diri seseorang yang disertai warna afektif baik pada tingkat lemah (dangkal) maupun pada tingkat yang luas (mendalam).
Dari definisi tersebut diatas jelas bahwa emosi tidak selalu jelek. Emosi meminjam  ungkapan Jalaluddin Rakhmat (1994), merupakan bumbu kepada kehidupan; tanpa emosi, hidup ini kering dan gersang.

Fungsi Emosi
Berhubungan dengan fungsi emosi, Coleman dan Mammen (1974, dalam Rakhmat, 1994) menyebutkan, setidaknya ada empat fungsi emosi;
1. Emosi adalah sebagai pembangkit energi (energizer). Tanpa emosi, kita tidak sadar atau mati. Hidup berarti merasai, mengalami, bereaksi, dan bertindak. Emosi membangkitkan dan memobilisasi energi kita; marah menggerakkan kita untuk menyerang, takut menggerakkan kita untuk lari,  dan cinta mendorong kita untuk mendekat dan bermesraan.
2. Emosi adalah pembawa informasi (messenger). Bagaimana keadaan diri kita dapat diketahui dari emosi kita.  Jika marah, kita  mengetahui bahwa kita dihambat atau diserang orang lain, sedih berarti kita kehilangan sesuatu yang kita senangi, bahagia berarti memperoleh sesuatu yang kita senangi, atau menghindar dari hal yang dibenci.
3. Emosi bukan saja pembawa informasi dalam komunikasi intrapersonal, tetapi juga membawa pesan dalam komunikasi interpersonal. Ungkapan emosi dapat diketahui secara universal. Dalam retorika diketahui bahwa pembicaraan yang menyertakan seluruh emosi dalam pidato dipandang lebih hidup, dinamis, dan lebih menyenangkan.
4. Emosi  juga merupakan sumber informasi tentang keberhasilan kita. Kita mendambakan kesehatan dan mengetahuinya ketika kita merasa sehat walafiat. Kita mencari keindahan dan mengetahui bahwa kita memperolehnya ketika kita merasakan kenikmatan estetis dalam diri kita.

Pengaruh Emosi terhadap Perilaku dan Perubahan Fisik Individu
Pengaruh emosi terhadap perilaku individu  (menurut Syamsu Yusuf: 2008, 115)  merupakan warna efektif yang menyertai sikap   keadaan atau perilaku individu. Yang dimaksud dengan warna efektif adalah perasaanperasaan tertentu yang dialami pada saat menghadapi (menghayati) suatu situasi tertentu. Contohnya, gembira, bahagia, putus asa, terkejut, benci (tidak senang),
dan sebagainya. Dibawah ini ada beberapa contoh tentang pengaruh emosi terhadap perilaku individu di antaranya sebagai berikut :
1. Memperkuat semangat, apabila orang merasa senang atau puas atas hasil yang telah dicapai.
2. Melemahkan semangat, apabila timbul rasa kecewa  karena kegagalan dan sebagai puncak dari keadaan ini timbulnya rasa putus asa (frustasi).
3. Menghambat atau mengganggu konsentrasi belajar, apabila sedang mengalami ketegangan emosi dan bisa juga menimbulkan sikap gugup (nervous) dan gugup dalam berbicara.
4. Terganggu penyesuaian sosial, apabila terjadi rasa cemburu dan iri hati.
5. Suasana emosional yang diterima dan dialami individu semasa kecilnya akan mempengaruhi sikapnya di kemudian hari, baik terhadap dirinya maupun terhadap orang lain.


Minggu, 07 Oktober 2012

Barcelona Tanpa Pique

BARCELONA -- Tanda tanya bisa tidaknya Gerard Pique dimainkan dalam El Clasico, Senin, 8 Oktober dini hari Wita, akhirnya terjawab. Upaya Barcelona terus menantikan kondisi terakhir sang defender, berbuah kekecewaan. Cedera kekasih penyanyi Shakira ini belum pulih benar dan tak bisa dipaksakan tampil melawan Real Madrid. Mantan pemain Manchester United tersebut dipastikan hanya menjadi penonton pada laga di Nou Camp nanti. 
"Pique sudah berjuang untuk laga penting ini. Namun kami juga harus memahami perkembangan kondisi cederanya dan tak ada lampu hijau dari tim dokter," demikian pernyataan dari kubu Barcelona yang dikutip dari AS. Sehari sebelumnya pelatih Tito Vilanova masih berharap ada keajaiban dan Pique bisa dimainkan. Kehadiran Pique bisa memberi ketenangan di lini belakang Barcelona setelah ditinggal Carles Puyol. Namun, dengan kondisi ini pilihan starter akan tetap diberikan pada Javier Mascherano dan Alex Song. 

Cedera Pique dialami saat Barcelona bersua Spartak Moscow di ajang Liga Champions, 19 September lalu. Tim dokter memprediksi butuh dua hingga tiga pekan hingga dia benar-benar pulih dan siap dimainkan lagi. Untuk laga melawan Madrid, Vilanova memanggil sejumlah pemain muda seperti Batra, Christian Tello, dan Sergi Roberto.

Kamis, 05 April 2012

Tugas Human Information Processing


Definisi : manusia informasi penawaran teori pengolahan dengan bagaimana orang menerima, menyimpan, mengintegrasikan, mengambil, dan menggunakan informasi.
Pada dasarnya, baik pria yang menggunakan model ini untuk menunjukkan bahwa memori manusia dapat dipecah menjadi tiga memori yang berbeda:
Konsep memori sensorik pada awalnya ditinggalkan dari 1968 model mereka sebelum ditambahkan kemudian. Indra kita mengalami hal-hal berbeda dalam hal penglihatan, pendengaran, sentuhan, perasaan dan rasa tetapi hanya sebagian kecil dari ini diingat. Ini adalah dasar dari model Atkinson-Shiffrin yang menunjukkan bagaimana setiap bentuk di atas memori bekerja.

SENSOR MEMORY
Kami mengambil dalam jumlah besar informasi melalui indera kita, tetapi sebagian besar tidak dapat diproses dengan benar karena keterbatasan memori kita. Informasi tidak hadir untuk segera diadakan di kami  memori sensorik yang memegang ke pengetahuan ini untuk waktu yang sangat singkat.
Semua indera kita memiliki sistem memori sensorik tapi sistem difokuskan pada oleh  model yang Atkinson-Shiffrin  berhubungan dengan penglihatan dan suara dikenal sebagai memori ikonik dan yang menirukan bunyi masing-masing. Memori ikonik berlangsung kurang dari setengah detik sementara memori yang menirukan bunyi berhenti setelah tiga atau empat detik.

JANGKA PENDEK MEMORI (STM)
Hal ini berkaitan dengan ingatan informasi yang disimpan oleh indera kita cukup lama agar bisa digunakan. Contoh dari hal ini adalah nomor telepon yang perlu diingat sebelum dipanggil. Studi Peterson dan Peterson tahun 1959 menunjukkan bahwa  Jangka Pendek Memory (STM) berlangsung selama kurang dari 30 detik kecuali informasi tersebut dilayani dalam jangka waktu itu. Penelitian 1956 Miller menyatakan bahwa  tujuh (plus atau minus dua) potongan informasi dapat dipelajari dalam periode kedua 30. Namun ini telah diperdebatkan sejak, dengan keyakinan bahwa STM bervariasi tergantung pada kondisi.

JANGKA PANJANG MEMORI (LTM)
Model Atkinson-Shiffrin percaya bahwa STM dapat ditransfer ke  Long-Term Memory  (LTM) jika informasi tersebut diolah dan belajar cukup cepat. LTM memiliki kapasitas tak terbatas dan mampu berlangsung seumur hidup. Ini pada dasarnya berarti kita tidak pernah kehilangan kemampuan untuk menyimpan informasi baru terlepas dari berapa lama kita hidup.

Prinsip dari pendekatan pemrosesan informasi

Menurut Huitt (2003), ada beberapa prinsip dasar yang kebanyakan psikolog kognitif setuju dengan:
  • Sistem mental yang memiliki kapasitas terbatas, yaitu kemacetan dalam arus dan pengolahan informasi, terjadi pada titik yang sangat spesifik
  • Mekanisme kontrol diperlukan untuk mengawasi encoding, transformasi, pengolahan, penyimpanan, pengambilan dan pemanfaatan informasi. 
  • Mekanisme kontrol itu sendiri membutuhkan pengolahan daya dan yang bervariasi dalam fungsi dari kesulitan tugas.
  • Ada aliran dua arah informasi. 
  • Input sensorik dikombinasikan dengan informasi yang disimpan dalam memori untuk membangun makna.
  • Organisme manusia telah dipersiapkan secara genetik untuk memproses dan mengatur informasi dengan cara tertentu.


Selasa, 20 Maret 2012

Tugas Psikologi "Persepsi"


Persepsi

Persepsi merupakan suatu proses yang didahului oleh penginderaan, yaitu suatu stimulus yang diterima oleh individu melalui alat reseptor yaitu indera. Alat indera merupakan penghubung antara individu dengan dunia luarnya. Persepsi merupakan stimulus yang diindera oleh individu, diorganisasikan kemudian diinterpretasikan sehingga individu menyadari dan mengerti tentang apa yang diindera.
Dengan kata lain persepsi adalah proses yang menyangkut masuknya pesan atau informasi kedalam otak manusia. Persepsi merupakan keadaan integrated dari individu terhadap stimulus yang diterimanya. Apa yang ada dalam diri individu, pikiran, perasaan, pengalaman-pengalaman individu akan ikut aktif berpengaruh dalam proses persepsi.
Gibson, dkk (1989) dalam buku Organisasi Dan Manajemen Perilaku, struktur; memberikan definisi persepsi adalah proses kognitif yang dipergunakan oleh individu untuk menafsirkan dan memahami dunia sekitarnya (terhadap obyek). Gibson juga menjelaskan bahwa persepsi merupakan proses pemberian arti terhadap lingkungan oleh individu. Oleh karena itu, setiap individu memberikan arti kepada stimulus secara berbeda meskipun objeknya sama. Cara individu melihat situasi seringkali lebih penting daripada situasi itu sendiri.
Dari pendapat tersebut dapat disimpulkan bahwa pengertian persepsi merupakan suatu proses penginderaan, stimulus yang diterima oleh individu melalui alat indera yang kemudian diinterpretasikan sehingga individu dapat memahami dan mengerti tentang stimulus yang diterimanya tersebut. Proses menginterpretasikan stimulus ini biasanya dipengaruhi pula oleh pengalaman dan proses belajar individu.
Faktor-faktor yang mempengaruhi persepsi pada dasarnya dibagi menjadi 2, yaitu Faktor Internal dan Faktor Eksternal.
1. Faktor Internal yang mempengaruhi persepsi, yaitu faktor-faktor yang terdapat dalam diri individu, yang mencakup beberapa hal antara lain :
  • Fisiologis. Informasi masuk melalui alat indera, selanjutnya informasi yang diperoleh ini akan mempengaruhi dan melengkapi usaha untuk memberikan arti terhadap lingkungan sekitarnya. Kapasitas indera untuk mempersepsi pada tiap orang berbeda-beda sehingga interpretasi terhadap lingkungan juga dapat berbeda.
  • Perhatian. Individu memerlukan sejumlah energi yang dikeluarkan untuk memperhatikan atau memfokuskan pada bentuk fisik dan fasilitas mental yang ada pada suatu obyek. Energi tiap orang berbeda-beda sehingga perhatian seseorang terhadap obyek juga berbeda dan hal ini akan mempengaruhi persepsi terhadap suatu obyek.
  • Minat. Persepsi terhadap suatu obyek bervariasi tergantung pada seberapa banyak energi atau perceptual vigilance yang digerakkan untuk mempersepsi. Perceptual vigilance merupakan kecenderungan seseorang untuk memperhatikan tipe tertentu dari stimulus atau dapat dikatakan sebagai minat.
  • Kebutuhan yang searah. Faktor ini dapat dilihat dari bagaimana kuatnya seseorang individu mencari obyek-obyek atau pesan yang dapat memberikan jawaban sesuai dengan dirinya.
  • Pengalaman dan ingatan. Pengalaman dapat dikatakan tergantung pada ingatan dalam arti sejauh mana seseorang dapat mengingat kejadian-kejadian lampau untuk mengetahui suatu rangsang dalam pengertian luas.
  • Suasana hati. Keadaan emosi mempengaruhi perilaku seseorang, mood ini menunjukkan bagaimana perasaan seseorang pada waktu yang dapat mempengaruhi bagaimana seseorang dalam menerima, bereaksi dan mengingat.
2. Faktor Eksternal yang mempengaruhi persepsi, merupakan karakteristik dari linkungan dan obyek-obyek yang terlibat didalamnya. Elemen-elemen tersebut dapat mengubah sudut pandang seseorang terhadap dunia sekitarnya dan mempengaruhi bagaimana seseoarang merasakannya atau menerimanya. Sementara itu faktor-faktor eksternal yang mempengaruhi persepsi adalah :
  • Ukuran dan penempatan dari obyek atau stimulus. Faktor ini menyatakan bahwa semakin besrnya hubungan suatu obyek, maka semakin mudah untuk dipahami. Bentuk ini akan mempengaruhi persepsi individu dan dengan melihat bentuk ukuran suatu obyek individu akan mudah untuk perhatian pada gilirannya membentuk persepsi.
  • Warna dari obyek-obyek. Obyek-obyek yang mempunyai cahaya lebih banyak, akan lebih mudah dipahami (to be perceived) dibandingkan dengan yang sedikit.
  • Keunikan dan kekontrasan stimulus. Stimulus luar yang penampilannya dengan latarbelakang dan sekelilingnya yang sama sekali di luar sangkaan individu yang lain akan banyak menarik perhatian.
  • Intensitas dan kekuatan dari stimulus. Stimulus dari luar akan memberi makna lebih bila lebih sering diperhatikan dibandingkan dengan yang hanya sekali dilihat. Kekuatan dari stimulus merupakan daya dari suatu obyek yang bisa mempengaruhi persepsi.
  • Motion atau gerakan. Individu akan banyak memberikan perhatian terhadap obyek yang memberikan gerakan dalam jangkauan pandangan dibandingkan obyek yang diam.

Jumat, 16 Maret 2012

Tugas Psikologi

Nama : Agus Riyanto
NPM   : 05.08.000.071

Psikoanalisis adalah cabang ilmu yang dikembangkan oleh Sigmund Freud dan para pengikutnya, sebagai studi fungsi dan perilaku psikologis manusia.


Dalam teori psikoanalisis yang dipakainya, kepribadian dipandang sebagai suatu struktur yang terdiri dari tiga unsur dan sistem, yakni Id (Das Es), Ego (Das Ich), dan Superego (Das Uber Ich). Ketiga sistem kepribadian ini satu sama lain saling berkaitan serta membentuk totalitas dan tingkah laku manusia yang tak lain merupakan produk interaksi ketiganya. Id adalah komponen biologis, ego adalah komponen psikologis, sedangkan superego merupakan komponen sosial.



Berikut akan dijelaskan lebih lanjut mengenai ketiga sistem kepribadian menurut teori psikoanalisis Sigmund Freud:

1. Id 
Id adalah sistem kepribadian yang asli atau sistem kepribadian yang paling dasar, sistem yang di dalamnya terdapat naluri bawaan. Adapun menurut Palmquist, id ialah bagian bawah sadar psikis yang berusaha memenuhi dorongan naluriah dasar. Lebih lanjut lagi menurut Corey, id merupakan tempat bersemayam naluri-naluri. Id kurang terorganisasi, buta, menuntut, mendesak, dan bersifat tidak sadar. Id hanya timbul oleh kesenangan tanpa disadari oleh nilai, etika, dan akhlak. Dengan beroperasi pada prinsip kesenangan ini, id merupakan sumber semua energi psikis, yakni libido, dan pada dasarnya bersifat seksual.

Id adalah aspek biologis dan merupakan sistem original dalam kepribadian dan dari aspek ini kedua aspek lain tumbuh. Id hanya memburu hawa nafsunya saja tanpa menilai hal tersebut baik atau buruk. Ia merupakan bagian ketidaksadaran yang primitif di dalam pikiran, yang terlahir bersama individu.
Id bekerja sejalan dengan prinsip-prinsip kenikmatan, yang bisa dipahami sebagai dorongan untuk selalu memenuhi kebutuhan dengan serta merta. Fungsi satu-satunya id adalah untuk mengusahakan segera tersalurnya kumpulan-kumpulan energi atau ketegangan yang dicurahkan dalam jasadnya oleh rangsangan-rangsangan, baik dari dalam maupun dari luar. Ia bertugas menerjemahkan kebutuhan satu organisme menjadi daya-daya motivasional, yang dengan kata lain disebut dengan insting atau nafsu. Freud juga menyebutnya dengan kebutuhan. Penerjemahan dari kebutuhan menjadi keinginan ini disebut dengan proses primer.



2. Ego

Ego berbeda dengan Id. Ego ialah sistem kepribadian yang bertindak sebagai pengarah individu kepada objek dari kenyataan, dan menjalankan fungsinya berdasarkan prinsip kenyataan. Adapun menurut Ahmadi, ego tampak sebagai pikiran dan pertimbangan. Ego bertindak sebagai lawan dari Id. Ego timbul karena adanya kebutuhan-kebutuhan organisme memerlukan transaksi-transaksi yang sesuai dengan dunia kenyataan.
Ego memiliki kontak dengan dunia eksternal dari kenyataan. Ego adalah eksekutif dari kepribadian yang memerintah, mengendalikan, dan mengatur. Ego merupakan tempat berasalnya kesadaran, biarpun tak semua fungsinya bisa dibawa keluar dengan sadar.
Ego merupakan aspek psikologis yang timbul karena kebutuhan organisme untuk berhubungan secara baik dengan dunia kenyataan. Ego dapat membedakan sesuatu yang hanya ada di dalam dunia batin dan sesuatu yang ada di dunia luar. Peran utama ego adalah menjadi jembatan antara kebutuhan insting dengan keadaan lingkungan, demi kepentingan adanya organisme.
Menurut Bertens tugas ego adalah untuk mempertahankan kepribadiannya sendiri dan menjamin penyesuaian dengan alam sekitar. Ego juga mengontrol apa yang mau masuk kesadaran dan apa yang akan dikerjakannya. Ego menghubungkan organisme dengan realitas dunia melalui alam sadar yang dia tempati, dan dia mencari objek-objek untuk memuaskan keinginan dan nafsu yang dimunculkan id untuk merepresentasikan apa yang dibutuhkan organisme. Proses penyelesaian ini disebut dengan proses sekunder.



3. Superego
Superego ialah sistem kepribadian yang berisikan nilai-nilai dan aturan-aturan yang sifatnya evaluatif. Ia bertindak sebagai pengarah atau hakim bagi egonya. Menurut Kartono Superego adalah zat yang paling tinggi pada diri manusia, yang memberikan garis-garis pengarahan ethis dan norma-norma yang harus dianut. Superego lebih merupakan kesempurnaan daripada kesenangan, karena itu dapat dianggap sebagai aspek moral kepribadian.
Adapun superego menurut Palmquist, adalah bagian dari jiwa manusia yang dihasilkan dalam menanggapi pengaruh orangtua, guru, dan figur-figur otoritas lainnya pada masa anak-anak. Inilah gudang psiki bagi semua pandangan tentang yang benar dan yang salah.
Superego adalah cabang moral atau hukum dari kepribadian. Superego merepresentasikan hal yang ideal, dan mendorongnya bukan kepada kesenangan, melainkan kepada kesempurnaan. Superego berkaitan dengan imbalan-imbalan dan hukuman-hukuman. Imbalan-imbalannya adalah perasaan-perasaan bangga dan mencintai diri, sedangkan hukuman-hukumannya adalah perasaan-perasaan berdosa dan rendah diri.
Lebih lanjut lagi, Menurut Hall dan Gardner Fungsi utama dari superego antara lain (1) sebagai pengendali dorongan-dorongan atau impuls-impuls naluri id agar impuls-impuls tersebut disalurkan dalam cara atau bentuk yang dapat diterima oleh masyarakat; (2) mengarahkan ego pada tujuan-tujuan yang sesuai dengan moral ketimbang dengan kenyataan; dan (3) mendorong individu kepada kesempurnaan. Superego senantiasa memaksa ego untuk menekan hasrat-hasrat yang berbeda ke alam bawah sadar. Superego, bersama dengan id, berada di alam bawah sadar.
Jadi superego cenderung untuk menentang, baik ego maupun id, dan membuat dunia menurut konsepsi yang ideal. Ketiga aspek tersebut meski memiliki karakteristik sendiri dalam prakteknya, namun ketiganya selalu berinteraksi secara dinamis.



TEORI BEHAVIORISME
Dalam teori behaviorisme, ingin menganalisa hanya perilaku yang nampak saja, yang dapat diukur, dilukiskan, dan diramalkan. Teori kaum behavoris lebih dikenal dengan nama teori belajar, karena seluruh perilaku manusia adalah hasil belajar. Belajar artinya perbahan perilaku organise sebagai pengaruh lingkungan. Behaviorisme tidak mau memperoalkan apakah manusia baik atau jelek, rasional atau emosional; behaviorisme hanya ingin mengetahui bagaimana perilakunya dikendalian oleh faktor-faktor lingkungan. Dalam arti teori belajar yang lebih menekankan pada tingkah laku manusia. Memandang individu sebagai makhluk reaktif yang memberirespon terhadap lingkungan. Pengalaman dan pemeliharaan akan membentuk perilaku mereka. Dari hal ini, timbulah konsep ”manusia mesin” (Homo Mechanicus). Ciri dari teori ini adalah mengutamakan unsur-unsur dan bagian kecil, bersifat mekanistis, menekankan peranan lingkungan, mementingkan pembentukan reaksi atau respon, menekankan pentingnya latihan, mementingkan mekanisme hasil belajar,mementingkan peranan kemampuan dan hasil belajar yang diperoleh adalah munculnya perilaku yang diinginkan. Pada teori belajar ini sering disebut S-R psikologis artinya bahwa tingkah laku manusia dikendalikan oleh ganjaran atau reward dan penguatan atau reinforcement dari lingkungan. Dengan demikian dalam tingkah laku belajar terdapat jalinan yang erat antara reaksi-reaksi behavioural dengan stimulusnya. Guru yang menganut pandangan ini berpandapat bahwa tingkahlaku siswa merupakan reaksi terhadap lingkungan dan tingkahl laku adalah hasil belajar.



TEORI PSIKOLOGI HUMANISTIK

Psikologi humanistik merupakan salah satu aliran dalam psikologi yang muncul pada tahun 1950-an, dengan akar pemikiran dari kalangan eksistensialisme yang berkembang pada abad pertengahan. Pada akhir tahun 1950-an, para ahli psikologi, seperti : Abraham Maslow, Carl Rogers dan Clark Moustakas mendirikan sebuah asosiasi profesional yang berupaya mengkaji secara khusus tentang berbagai keunikan manusia, seperti tentang : self (diri), aktualisasi diri, kesehatan, harapan, cinta, kreativitas, hakikat, individualitas dan sejenisnya.
Kehadiran psikologi humanistik muncul sebagai reaksi atas aliran psikoanalisis dan behaviorisme serta dipandang sebagai “kekuatan ketiga “ dalam aliran psikologi. Psikoanalisis dianggap sebagai kekuatan pertama dalam psikologi yang awal mulanya datang dari psikoanalisis ala Freud yang berusaha memahami tentang kedalaman psikis manusia yang dikombinasikan dengan kesadaran pikiran guna menghasilkan kepribadian yang sehat. Kelompok psikoanalis berkeyakinan bahwa perilaku manusia dikendalikan dan diatur oleh kekuatan tak sadar dari dalam diri.
Kekuatan psikologi yang kedua adalah behaviorisme yang dipelopori oleh Ivan Pavlov dengan hasil pemikirannya tentang refleks yang terkondisikan. Kalangan Behavioristik meyakini bahwa semua perilaku dikendalikan oleh faktor-faktor eksternal dari lingkungan.
Dalam mengembangkan teorinya, psikologi humanistik sangat memperhatikan tentang dimensi manusia dalam berhubungan dengan lingkungannya secara manusiawi dengan menitik-beratkan pada kebebasan individu untuk mengungkapkan pendapat dan menentukan pilihannya, nilai-nilai, tanggung jawab personal, otonomi, tujuan dan pemaknaan. Dalam hal ini, James Bugental (1964) mengemukakan tentang 5 (lima) dalil utama dari psikologi humanistik, yaitu: (1) keberadaan manusia tidak dapat direduksi ke dalam komponen-komponen; (2) manusia memiliki keunikan tersendiri dalam berhubungan dengan manusia lainnya; (3) manusia memiliki kesadaran akan dirinya dalam mengadakan hubungan dengan orang lain; (4) manusia memiliki pilihan-pilihan dan dapat bertanggung jawab atas pilihan-pilihanya; dan (5) manusia memiliki kesadaran dan sengaja untuk mencari makna, nilai dan kreativitas.
Terdapat beberapa ahli psikologi yang telah memberikan sumbangan pemikirannya terhadap perkembangan psikologi humanistik. Sumbangan Snyggs dan Combs (1949) dari kelompok fenomenologi yang mengkaji tentang persepsi. Dia percaya bahwa seseorang akan berperilaku sejalan dengan apa yang dipersepsinya. Menurutnya, bahwa realitas bukanlah sesuatu yang yang melekat dari kejadian itu sendiri, melainkan dari persepsinya terhadap suatu kejadian.
Dari pemikiran Abraham Maslow (1950) yang memfokuskan pada kebutuhan psikologis tentang potensi-potensi yang dimiliki manusia. Hasil pemikirannya telah membantu guna memahami tentang motivasi dan aktualisasi diri seseorang, yang merupakan salah satu tujuan dalam pendidikan humanistik. Morris (1954) meyakini bahwa manusia dapat memikirkan tentang proses berfikirnya sendiri dan kemudian mempertanyakan dan mengoreksinya. Dia menyebutkan pula bahwa setiap manusia dapat memikirkan tentang perasaan-persaannya dan juga memiliki kesadaran akan dirinya. Dengan kesadaran dirinya, manusia dapat berusaha menjadi lebih baik. Carl Rogers berjasa besar dalam mengantarkan psikologi humanistik untuk dapat diaplikasian dalam pendidikan. Dia mengembangkan satu filosofi pendidikan yang menekankan pentingnya pembentukan pemaknaan personal selama berlangsungnya proses pembelajaran dengan melalui upaya menciptakan iklim emosional yang kondusif agar dapat membentuk pemaknaan personal tersebut. Dia memfokuskan pada hubungan emosional antara guru dengan siswa
Berkenaan dengan epistemiloginya, teori-teori humanistik dikembangkan lebih berdasarkan pada metode penelitian kualitatif yang menitik-beratkan pada pengalaman hidup manusia secara nyata (Aanstoos, Serlin & Greening, 2000). Kalangan humanistik beranggapan bahwa usaha mengkaji tentang mental dan perilaku manusia secara ilmiah melalui metode kuantitatif sebagai sesuatu yang salah kaprah. Tentunya hal ini merupakan kritikan terhadap kalangan kognitivisme yang mengaplikasikan metode ilmiah pendekatan kuantitatif dalam usaha mempelajari tentang psikologi.
Sebaliknya, psikologi humanistik pun mendapat kritikan bahwa teori-teorinya tidak mungkin dapat memfalsifikasi dan kurang memiliki kekuatan prediktif sehingga dianggap bukan sebagai suatu ilmu (Popper, 1969, Chalmers, 1999).
Hasil pemikiran dari psikologi humanistik banyak dimanfaatkan untuk kepentingan konseling dan terapi, salah satunya yang sangat populer adalah dari Carl Rogers dengan client-centered therapy, yang memfokuskan pada kapasitas klien untuk dapat mengarahkan diri dan memahami perkembangan dirinya, serta menekankan pentingnya sikap tulus, saling menghargai dan tanpa prasangka dalam membantu individu mengatasi masalah-masalah kehidupannya. Rogers menyakini bahwa klien sebenarnya memiliki jawaban atas permasalahan yang dihadapinya dan tugas konselor hanya membimbing klien menemukan jawaban yang benar. Menurut Rogers, teknik-teknik asesmen dan pendapat para konselor bukanlah hal yang penting dalam melakukan treatment atau pemberian bantuan kepada klien.
Selain memberikan sumbangannya terhadap konseling dan terapi, psikologi humanistik juga memberikan sumbangannya bagi pendidikan alternatif yang dikenal dengan sebutan pendidikan humanistik (humanistic education). Pendidikan humanistik berusaha mengembangkan individu secara keseluruhan melalui pembelajaran nyata. Pengembangan aspek emosional, sosial, mental, dan keterampilan dalam berkarier menjadi fokus dalam model pendidikan humanistik ini.

Sumber :
Abin Syamsuddin Makmun. 2003. Psikologi Pendidikan. Bandung : PT Rosda Karya Remaja.