Senin, 15 Oktober 2012

Teori Emotional


Pengertian Emosi
Untuk memberi pemahaman yang mendekati sempurna tentang definisi
emosi, disini diberikan beberapa definisi apakah emosi itu.
1. Menurut William Kames (dalam Wegde, 1995), Emosi adalah kecenderungan untuk memiliki perasaan yang khas bila kita berhadapan dengan objek tertentu dalam lingkungannya.
2. Crow & Crow (1962) mengartikan emosi sebagai suatu keadaan yang bergejolak pada diri individu yang berfungsi sebagai inner adjustment (penyesuaian dari dalam) terhadap lingkungan untuk mencapai kesejahteraan dan keselamatan hidup.
3. Menurut English and English, emosi adalah “A complex feeling state accompanied by characteristic motor and glandular activities” (suatu keadaan perasaan yang kompleks yang disertai karakteristik kegiatan kelenjar dan motoris).
4. Sarlito Wirawan  Sarwono  mengatakan emosi merupakan “setiap keadaan pada diri seseorang yang disertai warna afektif baik pada tingkat lemah (dangkal) maupun pada tingkat yang luas (mendalam).
Dari definisi tersebut diatas jelas bahwa emosi tidak selalu jelek. Emosi meminjam  ungkapan Jalaluddin Rakhmat (1994), merupakan bumbu kepada kehidupan; tanpa emosi, hidup ini kering dan gersang.

Fungsi Emosi
Berhubungan dengan fungsi emosi, Coleman dan Mammen (1974, dalam Rakhmat, 1994) menyebutkan, setidaknya ada empat fungsi emosi;
1. Emosi adalah sebagai pembangkit energi (energizer). Tanpa emosi, kita tidak sadar atau mati. Hidup berarti merasai, mengalami, bereaksi, dan bertindak. Emosi membangkitkan dan memobilisasi energi kita; marah menggerakkan kita untuk menyerang, takut menggerakkan kita untuk lari,  dan cinta mendorong kita untuk mendekat dan bermesraan.
2. Emosi adalah pembawa informasi (messenger). Bagaimana keadaan diri kita dapat diketahui dari emosi kita.  Jika marah, kita  mengetahui bahwa kita dihambat atau diserang orang lain, sedih berarti kita kehilangan sesuatu yang kita senangi, bahagia berarti memperoleh sesuatu yang kita senangi, atau menghindar dari hal yang dibenci.
3. Emosi bukan saja pembawa informasi dalam komunikasi intrapersonal, tetapi juga membawa pesan dalam komunikasi interpersonal. Ungkapan emosi dapat diketahui secara universal. Dalam retorika diketahui bahwa pembicaraan yang menyertakan seluruh emosi dalam pidato dipandang lebih hidup, dinamis, dan lebih menyenangkan.
4. Emosi  juga merupakan sumber informasi tentang keberhasilan kita. Kita mendambakan kesehatan dan mengetahuinya ketika kita merasa sehat walafiat. Kita mencari keindahan dan mengetahui bahwa kita memperolehnya ketika kita merasakan kenikmatan estetis dalam diri kita.

Pengaruh Emosi terhadap Perilaku dan Perubahan Fisik Individu
Pengaruh emosi terhadap perilaku individu  (menurut Syamsu Yusuf: 2008, 115)  merupakan warna efektif yang menyertai sikap   keadaan atau perilaku individu. Yang dimaksud dengan warna efektif adalah perasaanperasaan tertentu yang dialami pada saat menghadapi (menghayati) suatu situasi tertentu. Contohnya, gembira, bahagia, putus asa, terkejut, benci (tidak senang),
dan sebagainya. Dibawah ini ada beberapa contoh tentang pengaruh emosi terhadap perilaku individu di antaranya sebagai berikut :
1. Memperkuat semangat, apabila orang merasa senang atau puas atas hasil yang telah dicapai.
2. Melemahkan semangat, apabila timbul rasa kecewa  karena kegagalan dan sebagai puncak dari keadaan ini timbulnya rasa putus asa (frustasi).
3. Menghambat atau mengganggu konsentrasi belajar, apabila sedang mengalami ketegangan emosi dan bisa juga menimbulkan sikap gugup (nervous) dan gugup dalam berbicara.
4. Terganggu penyesuaian sosial, apabila terjadi rasa cemburu dan iri hati.
5. Suasana emosional yang diterima dan dialami individu semasa kecilnya akan mempengaruhi sikapnya di kemudian hari, baik terhadap dirinya maupun terhadap orang lain.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar