Pengertian
Emosi
Untuk memberi pemahaman yang mendekati sempurna
tentang definisi
emosi, disini diberikan beberapa definisi apakah
emosi itu.
1. Menurut
William Kames (dalam Wegde, 1995), Emosi adalah kecenderungan untuk memiliki
perasaan yang khas bila kita berhadapan dengan objek tertentu dalam
lingkungannya.
2. Crow
& Crow (1962) mengartikan emosi sebagai suatu keadaan yang bergejolak pada
diri individu yang berfungsi sebagai inner adjustment (penyesuaian dari
dalam) terhadap lingkungan untuk mencapai kesejahteraan dan keselamatan hidup.
3. Menurut
English and English, emosi adalah “A complex feeling state accompanied by
characteristic motor and glandular activities” (suatu keadaan perasaan
yang kompleks yang disertai karakteristik kegiatan kelenjar dan motoris).
4. Sarlito
Wirawan Sarwono mengatakan emosi merupakan “setiap keadaan pada
diri seseorang yang disertai warna afektif baik pada tingkat lemah (dangkal)
maupun pada tingkat yang luas (mendalam).
Dari definisi tersebut diatas jelas
bahwa emosi tidak selalu jelek. Emosi meminjam
ungkapan Jalaluddin Rakhmat (1994), merupakan bumbu kepada kehidupan;
tanpa emosi, hidup ini kering dan gersang.
Fungsi
Emosi
Berhubungan dengan fungsi emosi, Coleman dan Mammen
(1974, dalam Rakhmat, 1994) menyebutkan, setidaknya ada empat fungsi emosi;
1. Emosi
adalah sebagai pembangkit energi (energizer). Tanpa emosi, kita tidak
sadar atau mati. Hidup berarti merasai, mengalami, bereaksi, dan bertindak. Emosi
membangkitkan dan memobilisasi energi kita; marah menggerakkan kita untuk
menyerang, takut menggerakkan kita untuk lari,
dan cinta mendorong kita untuk mendekat dan bermesraan.
2. Emosi
adalah pembawa informasi (messenger). Bagaimana keadaan diri
kita dapat diketahui dari emosi kita.
Jika marah, kita mengetahui bahwa
kita dihambat atau diserang orang lain, sedih berarti kita kehilangan sesuatu
yang kita senangi, bahagia berarti memperoleh sesuatu yang kita senangi, atau menghindar
dari hal yang dibenci.
3. Emosi
bukan saja pembawa informasi dalam komunikasi intrapersonal, tetapi juga
membawa pesan dalam komunikasi interpersonal. Ungkapan emosi dapat diketahui
secara universal. Dalam retorika diketahui bahwa pembicaraan yang menyertakan
seluruh emosi dalam pidato dipandang lebih hidup, dinamis, dan lebih
menyenangkan.
4. Emosi juga merupakan sumber informasi tentang
keberhasilan kita. Kita mendambakan kesehatan dan mengetahuinya ketika kita
merasa sehat walafiat. Kita mencari keindahan dan mengetahui bahwa kita memperolehnya
ketika kita merasakan kenikmatan estetis dalam diri kita.
Pengaruh
Emosi terhadap Perilaku dan Perubahan Fisik Individu
Pengaruh emosi terhadap perilaku individu (menurut Syamsu Yusuf: 2008, 115) merupakan warna efektif yang menyertai
sikap keadaan atau perilaku individu.
Yang dimaksud dengan warna efektif adalah perasaanperasaan tertentu yang
dialami pada saat menghadapi (menghayati) suatu situasi tertentu. Contohnya,
gembira, bahagia, putus asa, terkejut, benci (tidak senang),
dan sebagainya. Dibawah ini ada beberapa contoh
tentang pengaruh emosi terhadap perilaku individu di antaranya sebagai berikut
:
1. Memperkuat
semangat, apabila orang merasa senang atau puas atas hasil yang telah dicapai.
2. Melemahkan
semangat, apabila timbul rasa kecewa
karena kegagalan dan sebagai puncak dari keadaan ini timbulnya rasa
putus asa (frustasi).
3. Menghambat
atau mengganggu konsentrasi belajar, apabila sedang mengalami ketegangan emosi
dan bisa juga menimbulkan sikap gugup (nervous) dan gugup dalam berbicara.
4. Terganggu
penyesuaian sosial, apabila terjadi rasa cemburu dan iri hati.
5. Suasana
emosional yang diterima dan dialami individu semasa kecilnya akan mempengaruhi
sikapnya di kemudian hari, baik terhadap dirinya maupun terhadap orang lain.
Sumber : http://sumsel.kemenag.go.id